Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada nasabah yang dulunya kantor berada di Desa Halaban dipindahkan ke Kota Solok. Saat ini bank telah menempati gedung yang cukup representative untuk sebuah bank, sehingga diharapkan nantinya kinerja karyawan akan meningkat dan perkembangan bank akan lebih cepat dan sehat serta memberikan deviden yang optimal kepada pemegang saham.
Akhirnya disepakati BPR-LPN HILIR BANDAR ditingkatkan status menjadi PT dengan suntikan dana dari 28 orang pemegang saham baru. Sebagian besar pemegang saham terdiri dari perantau Solok yang berada di Jakarta yang peduli dengan kemajuan kampung halamannya, pada tanggal 14 Agustus 2000 BPR-LPN Hilir Bandar dioperasikan kembali dengan manajemen yang baru, pada tanggal 02 Desember 2002 izin PT disahkan oleh menteri kehakiman dengan No. C-23709 HT.01.01.TH.2002
PT. BPR Solok Sakato terus berkembang dan berusaha untuk lebih maju lagi dan mengupayakan untuk pemenuhan modal sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan adanya dukungan dari pemegang saham akhirnya ditahun 2019 modal bank dapat dipenuhi menjadi 6 Milyar.
Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada nasabah bank telah menempati gedung yang cukup representative untuk sebuah bank, sehingga diharapkan nantinya kinerja karyawan akan meningkat dan perkembangan bank akan lebih cepat.